Contoh dan Cara Lengkap Membuat Surat Resmi

Panduan Cara Membuat Surat Resmi Yang Benar - Surat pasti tak asing lagi di mata kita. Dari semenjak kecil kita sudah tahu apa itu surat. Jika semasa SD kita masih mempelajari dasar membuat surat seperti surat izin tidak masuk sekolah, lain hal nya dewasa ini kita harus tahu bagaimana sih cara dan langkah-langkah membuat surat resmi. Surat resmi ini sering di gunakan oleh suatu badan organisasi, lembaga resmi, perusahaan, dan instansi maupun sekolah.

Kita di tuntut harus bisa membuat surat apabila ke depannya kita bekerja di suatu perusahaan atau sekolah. Seperti contoh kita bekerja di perusahaan dan di tempatkan di bagian surat-menyurat. Kita harus pandai membuat surat resmi dengan aturan dan format yang benar. Tetapi pada kenyataannya saat ini masih ada bahkan banyak yang belum tahu membuat surat resmi. Untuk itu pada penulisan kali ini saya akan memberikan tutorial atau panduan cara membuat surat resmi yang baik dan benar.

PENGERTIAN SURAT RESMI


Sebelum kita lanjut mengenai pembuatan surat resmi, alangkah baiknya terlebih dahulu kita mengetahui pengertian atau definisi dari surat resmi itu sendiri. Surat resmi adalah surat yang dibuat dan digunakan oleh suatu lembaga, organisasi, instansi, atau perusahaan resmi tertentu dan di tujukan oleh suatu lembaga, organisasi, dan instansi tertentu lainnya dan dengan maksud dan tujuan tertentu dan telah di sahkan oleh hukum.

Adapun bagian-bagian surat yang harus dipenuhi untuk bisa dikatakan surat itu merupakan surat resmi. Bagian surat ini pun biasanya hanya terdapat pada surat resmi. Berikut bagian-bagian surat tersebut :
  • Kop Surat (Kepala Surat)
  • Nomor, Perihal, dan Tanggal
  • Alamat
  • Salam Pembuka
  • Isi surat
  • Salam Penutup
  • Identitas Pengirim
Dengan adanya bagian-bagian khusus ini kita dapat membedakan mana surat resmi dan mana surat yang tidak resmi atau surat pribadi. Kemudian bagaimana cara membuat surat resmi ? Membuat surat resmi berarti membuat surat dengan berpatokan pada aturan-aturan yang telah di tetapkan secara resmi. Membuat surat resmi `bisa di bilang gambang-gampang susah. Ya tapi terkadang masih ada juga tidak sesuai aturan. Tiap-tiap bagian surat pun memiliki aturan-aturan. Jadi bagi yang belum paham, disini akan kami bahasa bagaimana cara membuatsurat resmi. Contoh surat resmi tersebut seperti surat lamaran pekerjaan, surat dari instansi ke instansi lain, surat kuasa, dan lain-lain.

PANDUAN MEMBUAT SURAT RESMI


Apakah anda sudah tahu cara membuat surat resmi?, Kalau jawabannya belum, lanjutkan membaca. Dalam penyusunan surat resmi, tentu kita harus berpedoman dan berpatokan pada aturan yang berlaku.
 
Untuk mempermudah anda dalam pembuatan surat resmi yang baik dan benar, saya disini akan membahas masing-masing bagian surat beserta fungsinya yang terdapat dalam surat resmi, penjelasan lengkapnya bisa anda baca dalam ulasan berikut ini.

Kepala Surat
Kepala surat atau yang biasa di sebut kop surat ini berfungsi mempermudah penerima untuk mengetahui pengirim dari surat resmi tersebut. Kepala surat berisi alamat dan instansi atau lembaga pengirim. dan ciri-ciri kepala surat ini berada di paling atas dan terdapat garis hitam tebal sebagai pembatas.
 
cara dan panduan membuat kepala surat atau kop surat
 
Nomor, Perihal, dan Tanggal
Nomor surat berisi urutan surat yang dikeluarkan, kode surat, tahun, dan kode tujuan mengirim atau menerima. Perihal berfungsi agar penerima mengetahui inti atau tujuan dari surat resmi tersebut tanpa harus membaca keseluruhan isi surat tersebut. Sedangkan tanggal berisi tanggal dan hari pembuatan surat.
 
cara membuat alamat di surat
 
Alamat
Alamat surat terbagi atas dua macam. Pertama alamat yang ditulis di dalam surat dan kedua alamat yang di tulis di sampul surat. Fungsi alamat pada surat adalah sebagai berikut.
  • Mengetahui kepada siapa surat akan dikirim.
  • Penanda Arsip surat
  • Mempermudah pengirim untuk membawa ke penerima.
Salam Pembuka
Salam pembuka digunakan sebagai pembuka dari isi surat. 

Isi Surat
Dalam pembuatan surat resmi harus memperhatikan beberapa faktor seperti faktor bahasa. Bahasa yang baik dan mudah di mengerti akan mendapatkan simpati dari si penerima. Faktor lain yang harus di perhatikan yaitu isi surat harus jelas, singkat, padat, dan tentunya menarik.  Biasanya jika itu surat undangan, menyertakan hari dan tanggal, waktu pelaksanaan, dan tempat pelaksanaan.

Penutup
Salam penutup digunakan untuk menutup isi dari sebuah surat dan sebagai rasa permohonan dan terima kasih kepada penerima.
Contoh Surat Resmi :
 
Contoh Surat Resmi

Itulah tadi sedikit panduan dan contoh membuat surat resmi. Semoga materi ini bermanfaat bagi anda sekalian. Terima kasih telah berkunjung.

Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Struktur Sel

Pengertian sel, Fungsi sel, Komponen sel, dan Struktur Sel - Makluk hidup manusia, hewan, maupun tumbuhan tersusun dari beberapa organ dan jaringan yang pada jaringan tersebut terdapat komponen yang membentuk jaringan itu sendiri yang disebut sel (cell). 

Pengertian Sel

Pengertian dari sel yaitu unit atau bagian terkecil dari makhluk hidup baik itu manusia, hewan, atau pun tumbuh-tumbuhan yang mempunyai beragam fungsi di dalam tubuh. Menurut bahasa latin,sel yaitu cella yang artinya ruangan terkecil. Roobert Hooke adalah seorang ilmuwan yang menemukan sel pada tahun 1665 dengan melakukan pengamatan terhadap bagian irisan gabus (tanaman gabus) menggunakan mikroskop. Pada saat penelitiannya, Roobert Hooke melihat adanya bagian yg mempunyai bentuk sama dan tersusun rapi. Kini banyak ilmuwan yang masih meneliti tentang sel yang selanjutnya memcetuskan cabang  ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang sel yaitu biologi sel.

Struktur Sel

Sel memililiki 2 (dua) struktur yaitu sel eukariot dan prokariot. Sel prokariot adalah sel yang tidak memiliki selaput inti atau nukleus. Sel prokariot ini biasanya memiliki jumlah sel uniseluler paling banyak ketimbang multi seluler. Sedangkan sel eukariot memiliki selaput inti atau nukleus.

sel hewan


Komponen dan Fungsi Sel

Sel merupakan unit terkecil yang memiliki bagian dan fungsi. Berikut adalah komponen sel beserta fungsinya. 
  • Nukleus/Inti sel : Nukleus merupakan bagian inti sel yang mengatur seluruh kegiatan dan aktifitas pada sel. Nukleus tersusun dari membran inti (karioteka), nukleoplasma (kariolifma), kromatin/kromosom, dan nukleolus (anak inti sel). Nukleus memiliki fungsi mengatur seluruh aktifitas sel seperti metabolisme sel, menyimpan informasi genetik, dan tempat terjadinya replikasi.
  • Membran Sel : Membran sel merupakan lapisan sel yang merupakan pemisah antara bagian luar sel dan bagian dalam sel. Membran sel ini juga merupakan media atau portal keluar masuknya zat-zat tertentu dari dalam sel maupun dari luar sel. Membran sel memiliki fungsi sebagai lapisan pembatas, sebagai reseptor, tempat respirasi sel, sebagai portal keluar masuknya zat, menjaga kestabilan PH sel, dan juga sebagai pelindung sel dari racun yang ada pada tubuh.
  • Sitoplasma : Sitoplasma adalah cairan sel yang berbentuk matriks yang tersusun atas litosol yang bersifat koloid. Fungsi sitoplasma yaitu sebagai tempat penyimpanan zat kimia yang digunakan untuk proses metabolisme sel.
  • Retikulum Endoplasma (RE) : RE adalah kantung-kantung pipih yang menyebar luas dan menutupi sebagian besar dari sitoplasma dan berhubungan langsung dengan membran inti. Fungsi Retikulum Endoplasma ini sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel.
  • Ribosom : Ribosom merupakan nukleoprotein berbentuk serpihan atau butiran yang tersebar di dalam sitoplasma. Fungsi dari ribosom yaitu untuk melangsungkan sintetis protein dalam sel.
  • Badan Golgi : Badan golgi merupakan kantung pipih yang berbentuk seperti tumpukan dan terikat pada membran. Fungsi badan golgi yaitu untuk memproses protein yang akan dibawa keluar sel.
  • Lisosom : Lisosom memiliki enzim pencernaan yang berfungsi membantu proses pencernaan intra sel
Itulah tadi sedikit pemaparan tentang pengertian sel, struktur sel, dan fungsi sel yang dapat di simpulkan bahwa makhluk hidup tersusun dari unit terkecil yang disebut sel. Terima kasih telah berkunjung. Semoga artikel ini bermanfaat.

Pengertian, Jenis, dan Contoh Surat Dinas

Pengertian dan Jenis Surat Dinas - Surat dinas yang dimaksudkan dalam pembelajaran ini adalah sebagai salah satu alat komunikasi yang tertulis yang digunakan untuk menyampaikan warta tentang kedinasan, dibuat oleh pejabat organisasi/instansi pemerintah. Karena surat dinas itu dibuat oleh seseorang  dalam kedudukannya sebagai pejabat instansi pemerintah, maka surat dinas itu disebut juga surat jabatan. Di samping itu, dikenal pula sebutan surat resmi unuk surat dinas atau surat jabatan ini., karena surat dinas dikeluarkan oleh instansi resmi pemerintah dalam arti bukan oleh suatu organisasi swasta. Surat dinas memiliki bentuk yang berbeda dengan surat pribadi atau dagang. Dibandingkan dengan surat pribadi, perbedaannya terletak pada kedudukan penulis. Surat dinas merupakan bagian dari surat resmi.

Penulis surat dinas dalam menyusun kata-kata dan kalimat harus senantiasa ingat  bahwa ia menulis dalam kedudukannya sebagai seoarang pejabat instansi pemerintah. Selain itu, penulis surat dinas tidak senantiasa menjadi objek surat itu.

Berikut ini ditampilkan beberapa jenis surat dinas beserta cara membuat surat dinas, perhatikanlah!

  • Surat pengantar
    yaitu surat yang mempunyai bentuk tertentu yang  pada umumnya berupa formulir, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal diisi saja. Perhatikan contoh!
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PROYEK PEMBINAAN KURIKULUM DAN PENGADAAN
BUKU SEKOLAH BAHASA INDONESIA
Jalan Hanglekir II/16, Kebayoran Baru Telepon 710612
JAKARTA  SELATAN
                         Daftar pengantar No. ....................................
                         Kepada ............................
                                      ............................


                         No. Urut             Uraian                 Banyaknya            Keterangan


                                                                                                                  Jakarta, .........
 


                        Tanda tangan  penerima                                               pemimpin proyek


  • Surat  Pemberitahuan
    Pada umumnya surat ini bersifat pemberitahuan yang berisi berita. Contoh :

PROVINSI SULAWESI SELATAN

                        No.           :                                                   Ujung Pandang, ...................
                        Lampiran  :
                        Hal           :                                                      Kepada
                                                                                    Menteri Dalam Negeri
                                                                                     (Kepala Biro Umum)
                                                                                              Jakarta


           Kami beritahukan bahwa pada akhir bulan yang lalu, kapal “Sirimau” telah berangkat  ke Surabaya dikarenakan akan masuk dok selama 2 bulan.


                                                                        GUBERNUR SULAWESI SELATAN
                                                                                                 u.b
                                                                                           Sekretaris

  • Surat Perintah
    Surat ini berisi perintah atau instruksi dari atasan kepada bawahan untuk melakukan tugas di luar pekerjaan rutin. Sebagai contohnya dapat Anda amati pada contoh di depan yang digunakan sebagai bahan latihan.

  • Surat Panggilan
    Surat panggilan juga dapat berbentuk formulir sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal melengkapi data saja.

Unsur-Unsur Intrinsik Novel

Unsur-Unsur Intrinsik Novel - Seperti halnya sertiap cerita, novel mempunyai unsur-unsur pembentuk sebagai berikut :
  1. tema
  2. alur atau ploat
  3. perwatakan atau penokohan
  4. sudut pandang
  5. prabayang dan penegangan
  6. nada atau suara
  7. suasana atau latar
  8. fokus
Berikut ini penjelasan unsur-unsur intrinsik tersebut :

TEMA

Setiap cerita akan memiliki tema, yaitu inti yang ingin disampaikan pengarang. Tema merupakan jiwa sudut cerita. Jiwa ini diwujudkan dengan memberinya wadah berupa rangkaian kejadian. Rangkaian suatu kejadian disebut alur (plot). Dengan kata lain, adalah rentetan kejadian yang saling berhubungan untuk mendukung tema yang akan disampaikan. Setiap kejadian disampaikan dengan dialog atau monolog manusia dalam cerita, yang memiliki satu unit klimaks dan anti klimaks. Untuk cerita yang panjang, klimaks dan antiklimaks dapat banyak jumlahnya. Kumpulan beberapa unit kejadian dapat dijadikan satu bab. Tanpa meninggalkan kontinuitas  dengan bab sebelumnya.

PLOT

Plot merupakan liku-liku suatu peristiwa, diketemukan dalam kaitan satu kejadian utama dengan kejadian utama lainnya. Dengan kata lain, plot menyebabkan satu kejadian punya hubungan dengan kejadian lain yang bersifat logis. Plot mengikat jalan cerita sehingga memiliki klimaks dan anti klimaks dari hubungan-hubungan antar kejadian. Plot akan lebih berkembang jika manusia yang menjadi pusat pengisahan tidak hanya satu orang.Ada bermacam-macam plot. Coba Anda perhatikan!
  1. Berdasarkan urutan waktunya:
    • Alur maju atau alur kronologis. Peristiwa-peristiwa yang waktunya sungguh-sungguh berurutan, misalnya setahun yang lalu, setengah tahun yang lalu, sebulan yang lalu, seminggu yang lalu, hari ini.
    • Sorot balik (alur mundur). Peristiwa-peristiwa yang disusun tidak secara lurus (tidak menurut urutan waktu), mislnya: Pak Burhan duduk termenung di teras rumah, kemudian ia teringat peristiwa peristiwa masa lampau. Belanda menyerang kampungnya, anak istrinya meninggal karena bom. Kemudian cerita kembali ke masa kini. 
      
  2. Berdasarkan letak puncak peristiwanya, terbagi:
    • Urutan klimaks. Peristiwa dimulai dari hal yang biasa dan semakin menonjol atau makin tegang. Peristiwa yang menjadi puncak cerita mengakhiri cerita.
    • Urutan antiklimaks. Diawali peristiwa yang paling tegang/menonjol untuk kemudian mengendor dan cerita berakhir dengan peristiwa yang biasa saja., Misalnya: Ditengah keheningan malam terdengar teriakan “Gempa! Gempa!” Orang seluruh kampung keluar mendengar teriakan dahsyat itu, ternyata jerit tadi adalah orang yang sedang mimpi rumahnya diguncang gempa. Orang-orang pun kesal namun, geli. Lega, malam kembali pada keheningannya lagi.
     
  3. Berdasarkan pada rapat-renggangnya hubungan peristiwa satu dengan lainnya, terbagi atas:
    • Alur dramatik atau alur rapat, yaitu alur yang tidak dapat disisipi oleh peristiwa lain di luar alur pokok.
    • Alur renggang atau alur panoramik. Kebalikan dari alur rapat, alur ini walaupun di dalam ceritanya memiliki banyak alur dari masingmasing tokoh, namun pada akhir cerita dapat bersatu menjadi satu kesatuan alur, sehingga cerita menjadi lebih bervariasi.

PERWATAKAN

Perwatakan dalam cerita. Ada tiga cara untuk memperkenalkan watak atau kepribadian si tokoh, yaitu:
  1. Pengarang menyebutkannya. Ini yang paling mudah, karena pembaca tinggal menerimanya saja.
  2. Pengarang menggambarkannya dalam tingkah laku pelaku: tindakannya, gerak-geriknya, reaksi pelaku terhadap suatu kejadian atau orang lain.
  3. Pengarang menggambarkannya dalam percakapan atau ucapan pelaku: percakapan pelaku dengan pelaku lain, ucapan pelaku tentang pelaku lain.

TITIK PANDANG

Kekuatan dan daya tarik cerita juga terletak pada titik pandang yang jelas dan konsisten. Titik pandang adalah perspektif dari mana cerita itu dikisahkan. Titik-titik pandang yang utama adalah: serba tahu, orang pertama, dan dihanyutkan pikiran. Dengan titik pandang orang pertama, cerita akan dikisahkan dengan tokoh yang menyebut dirinya dengan kata “aku” atau “saya”. Di sini pengarang bercerita,  dia sebagai tokoh bukan sebagai dalang.

FOKUS

Fokus cerita merupakan titik/pusat cerita. Pengungkapan yang jelas dari suatu cerita, misalnya perjalanan ke Bangka dengan kapal laut dari Jakarta. Tentang diri saya,  tentang rombongan atau tentang perjalanan itu sendiri.

LATAR ATAU SUASANA

Latar merupakan background cerita yang penyajiannya mestinya belum pernah diketahui pembaca,sehingga menimbulkan rasa ingin tahu dan memberikan suasana baru.

NADA

Yang dimaksud nada adalah penutur tersebut. Nada suara sangatlah mempengaruhi cara pembaca menafsirkan cerita dengan baik.

Cara Menulis Surat Lamaran Pekerjaan

Cara Menulis Surat Lamaran Pekerjaan - Pada dasarnya, surat lamaran pekerjaan adalah permohonan untuk memperoleh suatu pekerjaan. Surat lamaran pekerjaan adalah semacam paparan yang menjelaskan sesuatu, mengemukakan tujuan, atau maksud penulis surat, menjelaskan apa yang kita rasakan, serta menguraikan gagasan penulis surat. Berikut ini disajikan lowongan pekerjaan beserta surat lamaran pekerjaanya. Perhartikan dengan seksama!

--------------------------------------------------------------------------------------
LOWONGAN KERJA
--------------------------------------------------------------------------------------
Dibutuhkan segera karyawan/karyawati
Untuk ditempatkan pada Staf Kantor & Staf Lapangan

Syarat:
Pria/wanita
umur min. 17 tahun
Pendidikan
min. SMA/sederajat
Berpakaian
rapi dan sopan

FASILITAS
Gaji dan transport
Insentif
Pendidikan dan jenjang karir disediakan perusahaan
Lamaran kami tunggu:
hari         : Senin, Selasa, Rabu
tanggal   : 11, 12, 13 Februari 2008
pukul       : 09.00-13.00 WIB di
Komp. Satria Plaza Blok C.2
Jln. Jendral Soedirman
PURWOKERTO

--------------------------------------------------------------------------------------

Berdasarkan lowongan pekerjaan di atas, bila disusun ke dalam surat lamaran pekerjaan sebagai berikut.


------------------------------------------------------------------------------------------------------


                                                                          Yogyakarta, 10 Februari 2008
Hal    : Lamaran Pekerjaan

Kepada
Yth. Pimpinan Perusahaan
di Jln. Jendral Soedirman
Purwokerto

Dengan hormat,
          Setelah membaca iklan yang dimuat di harian Kedaulatan Rakyat tanggal 9
Februari 2008 yang menyatakan bahwa perusahaan yang Bapak pimpin
membutuhkan karyawan sebagai staf kantor dan staf lapangan.
Maka dengan ini yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                          : Andi Kuncoro
Tempat/tanggal lahir   : Yogyakarta,  1 Desember 1980
Alamat                        : Jl. Patangpuluhan No. 33 Wirobrajan Yogyakarta
Pendidikan terakhir    : SMA

         Dengan ini mengajukan permohonan agar diterima sebagai staf kantor di
perusahaan Bapak, karena saya yakin akan kemampuan saya.
Bersama ini saya lampirkan pula:
1. daftar Riwayat Hidup
2. fotokopi Ijazah SMA
3. surat Keterangan Kelakuan Baik dari kepolisian
4. pasfoto teakhir (3 lembar)

Atas segala perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat Saya

                                                                                                        (Andi Kuncoro)



        Dalam surat lamaran juga perlu dikemukakan jasa pelamar yang dapat didedikasikan, seperti pengetahuan, pendidikan, pengalaman yang menunjukkan kualitas pelamar. Selain itu, perlu juga diperhatikan lampiran-lampiran yang diminta oleh perusahaan atau instansi yang membutuhkan tenaga kerja. Lampiran-lampiran yang biasa diminta sebagai berikut:

1. ijazah terakhir yang sudah disahkan
2. daftar riwayat hidup
3. pasfoto terakhir
4. surat Berkelakuan Baik dari kepolisian
5. dan lain-lain

Surat lamaran pekerjaan termasuk surat resmi sehingga isi surat tersebut harus singkat, padat, jelas, langsung menuju sasaran. Surat lamaran tidak boleh bersifat santai dengan bahasa yang berbunga-bunga karena pelamar di pihak yang lemah hendaknya harus bersikap hormat, sopan dan tidak berlebih-lebihan. Dalam membuat surat lamaran, selain isi, bahasa dan keterangan-keterangan yang dilampirkan, pembuat surat lamaran juga harus memperhatikan hal-hal berikut:

1. Tulisan

Jika tidak diisyaratkan, surat lamaran boleh ditulis dengan tangan atau dengan mesin tik. Baik tulisan tangan maupun berujud ketikan hendaknya jelas, bersih dan tidak ada coretan. Tinta yang digunakan sebaiknya berwarna hitam.

2. Bentuk dan Kertas

Surat lamaran harus ditulis dengan bentuk yang baik, sesuai dengan sistem penulisan surat resmi yang berlaku. Kertas yang digunakan dalam surat lamaran harus bersih dan sebaiknya kertas folio bergaris untuk tulisan tangan dan kertas HVS untuk ketikan. Sebagai  bahan perbandingan, cermati contoh surat lamaran pekerjaan berikut!

                                                                            Yogyakarta, 12 Februari 2008

Hal             :  Lamaran                            Kepada
Lampiran   : 1 berkas Yth.                      Pimpinan PT Cipta Makmur
                                                               Jl. Wisanggeni 108 A
                                                               Semarang
Dengan hormat,
Dalam harian Kedaulatan Rakyat tanggal 11 Februari 2008, saya membaca
bahwa perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan 10 orang lulusan SMA.
Karena saya merasa dapat memenuhi persyaratan yang bapak minta, maka
saya memberanikan diri mengajukan surat lamaran  untuk mengisi lowongan
pekerjaan yang Bapak tawarkan.
Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini saya lampirkan:
1. daftar riwayat hidup
2. salinan ijazah SMA yang sudah disahkan
3. pasfoto terakhir (3 lembar)
4. surat kelakuan baik dari polisi
Besar harapan saya untuk mengisi lowongan pekerjaan pada perusahaan
yang Bapak pimpin. Terima kasih.

                                                                                          Hormat saya
 


                                                                                          (....................)


       Surat lamaran yang dibuat hendaknya disajikan semenarik mungkin baik dari segi bahasa (efektivitas, penyesuaian dengan ejaan yang berlaku, jelas, komunikatif, dan tidak menimbulkan makna ganda/ambigu), segi isi (tidak mengiba kepada  perusahaan, isinya jelas dan tidak berbeli-belit), segi struktur (memperhatikan sistematika penulisan dan penyajian, serta menempatkan bagian-bagian dari surat lamaran pekerjaan secara jelas).
Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah unsur-unsur surat lamaran pekerjaan yang
tergambar pada bagan berikut ini.

                                                                .............................,........................
                                                             (tempat dan tanggal pembuatan surat)

Lampiran :.............................
Hal           :.............................

..............................................
(alamat yang dituju)

..........................,
(salam pembuka)
............................................................................... (dasar melamar)
..................................................................................
..................................................................................
............................................................................... (identitas pelamar)
.................................................................................
.................................................................................
............................................................................... (penutup)
.................................................................................
.................................................................................

                                                                                  Salam penutup,
                                                                            tanda tangan pelamar
                                                                            (nama terang pelamar)

Perhatikan pula penjelasan berikut!

  1. Tempat dan tanggal pembuatan surat, hal tersebut dibuat sesuai dengan saat pembuatan surat. 
  2. Lampiran, diletakkan terpisah dengan surat lamaran yang dapat berupa fotokopi ijazah terakhir, surat berkelakuan baik, dll.
  3. Hal merupakan perihal melamar pekerjaan.
  4. Alamat yang dituju, yaitu alamat yang menjadi tujuan surat lamaran
  5. Salam pembuka, bentuknya bermacam-macam, seperti Dengan hormat, Assalamualaikum Wr. Wb. Namun, dalam surat lamaran pekerjaan cukup ditulis dengan “Dengan hormat.”
  6. Isi, terdiri dari:
    -alasan melamar (latar belakang penulisan surat lamaran pekerjaan)
    -identitas pelamar (data pribadi, pendidikan, riwayat pengalaman)
    - penutup
  7. Salam  Penutup, merupakan salam terakhir bagi penulis surat lamaran terhadap perusahaan/instansi, dapat berupa “Hormat Saya”
  8. Tanda tangan pelamar 
  9. Nama terang pelamar

Menyampaikan Gagasan dan Tanggapan

Menyampaikan Gagasan dan Tanggapan - Peserta diskusi yang baik akan selalu mengikuti semua aktivitas diskusidengan sikap responsif dan kritis. Responsif artinya selalu bersikap tanggapterhadap setiap persoalan yang mengemukan dalam kegiatan diskusi. Jika ada hal-hal yang dirasa belum jelas janganlah segan untuk bertanya. Kritis artinya bersikap hati-hati dan cermat sehingga tidak mudah percaya tanpa melalui pertimbangan yang matang. Gagasan yang kurang logis dalam diskusi dapat ditentang dengan penyanggahan yang bijaksana. Oleh karena itu, Anda harus membiasakan diri berbicara di dalam forum diskusi. Sebuah diskusi akan dirasa hidup bila dalam permainannya memberikan banyak perbedaan yang dapat disatukan menjadi satu pendapat dengan argumentasi atau alasan yang masuk akal/logis.
 
Hal lain yang penting dalam diskusi adalah mengajukan pertanyaan, mengungkapkan gagasan dan menanggapi pernyataan peserta diskusi lain. Ada banyak manfaat yang Anda dapatkan dalam diskusi, yaitu melatih keberanian. Menyampaikan gagasan di depan banyak orang membutuhkan mental yang kuat. Hal ini banyak membutuhkan latihan agar menjadi terbiasa. Selain itu, menambah wawasan pengetahuan. Dengan bertanya apa yang tidak diketahui maka pengetahuan Anda menjadi bertambah. Memberikan manfaat agar Anda terampil berbicara. Berbicara yang runtut, masuk akal, dengan struktur kalimat yang jelas. Dan manfaat terakhir akan menjadikan Anda sebagai manusia yang mampu menghargai orang lain dengan tidak mengedepankan faktor ego dan emosi.

Lalu bagaimanakah cara Anda menyampaikan gagasan dengan baik? Perhatikanlah salah satu ilustrasi berikut!

“Saudara moderator, pada dasarnya apa yang dikemukakan oleh saudari Rina bagus. Dalam hal ini saya memiliki satu gagasan yang mudah-mudahan menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua, yaitu bila kita bekerja sama bahu membahu dalam penanggulangan bahaya banjir semisal mengumpulkan kaleng bekas cat yang nanti dibagi-bagikan kepada masing-masing rumah dan mewajibkan membuang sampah di tempat tersebut akan lebih baik. Kemudian menunjuk warga yang bertugas membuang sampah di lokasi yang telah ditentukan pemda setempat dengan biaya ditanggung seluruh warga. Demikian dan terima kasih”.

Bila gagasan yang disampaikan satu peserta diskusi kurang berkenan, peserta lain dapat memberikan tanggapan, seperti berikut ini.

“Gagasan  yang Anda kemukakan tadi sangat bagus. Namun, kita harus melihat permasalahan yang menjadi fundamental, yaitu kesadaran menjaga lingkungan. Dimulai dari rumah baru kepada lingkungan. Saya melihat, walaupun ada tempat sampah kalau kesadaran warga terhadap kebersihan kurang maka gagasan Anda tidak dapat terealisasi.”
 
Anda tidak perlu merasa kecewa dengan berbagai pendapat yang ada. Justru itu yang menjadikan diskusi lebih hidup.

Menanggapi Novel dari Segi Vokal, Intonasi, dan Penghayatan

Menanggapi Novel dari Segi Vokal, Intonasi, dan Penghayatan - Seperti yang telah dikemukakan di depan bahwa novel merupakan salah satu karya sastra yang bentuknya panjang. Ada pun ciri-ciri novel yang lain adalah sebagai berikut:
  1. Novel menyampaikan kejadian yang menyangkut manusia, menyampaikan kehidupan manusia. Kehidupan yang disampaikan tidak sederhana, tetapi boleh rumit. Kejadian yang digambarkan novel sangat detil sehingga gambaran tentang pelaku sangat lengkap.
  2. Orang yang dipaparkan luar dalam dengan jelas. Dengan demikian, latar belakang yang ditampilkan tak terbatas waktunya.
  3. Novel banyak mengandung kejadian yang mengandung klimaks.
  4. Panjangnya novel dapat disebabkan dua hal, yaitu panjangnya rentang waktu kehidupan tokoh yang dijelaskan, dan luas serta mendalamnya pemaparan kronik kehidupan tokohnya.
  5. Pembukaan sebuah novel sama dengan cerita lain yaitu semenarik mungkin.
  6. Dibangun oleh unsur-unsur pembangun seperti, tema, alur, perwatakan, sudut pandang, penegangan, nada, suasana, fokus.
Pada pembacaan novel yang perlu Anda fokuskan adalah bagaimanakah lafal pembaca, apakah sudah benar atau belum, jelas atau tidak. Intonasinya pun sesuai tidak dengan kalimat-kalimat yang dibacakan, apakah bernada sedih, marah, perintah atau bertanya, masing-masing memiliki kekhasan sendiri. Nada yang benar dan ssesuai akan mempengaruhi kita sebagai pendengar dalam menafsirkan cerita dengan baik Dari segi penghayatan pun, apakah pembaca mampu mendalami setiap karakter yang dibacakan, karena pada saat bersamaan ia harus menampilkan mimik sedih, gembira, marah, geram atau yang lain.

Membacakan Puisi Dengan Intonasi dan Ekspresi Yang Sesuai

Membacakan Puisi Dengan Intonasi dan Penghayatan Yang Sesuai - Membaca puisi baru sangat berbeda dengan puisi lama. Tentunya Anda masih mengingat pelajaran lalu tentang pembacaan puisi lama. Membaca puisi yang baik dapat dilakukan dengan cara membaca indah/ deklamasi. Untuk membacakan puisi di atas, tentunya Anda perlu memahami kata-katakata bersimbol dan perumpamaan yang digunakan penyair. Saat membawakan puisi, lafal (vokal) hendaknya diolah secara indah, semisal pengucapan vokal a dengan mulut terbuka, seperti telah diuraikan dalam pembelajaran lalu. Penghayatan atau ekspresi yang disertai pemahaman terhadap makna puisi sangat membantu seseorang dalam melakukan ekspresi. Ekspresi dapat ditunjukkan dengan gerak-gerik tubuh, mimik yang sesuai dengan makna puisi, bila berkisah tentang kegembiraan, kesedihan, kerinduan, keduakaa, penantian, dsb. Dan tidak ada larangan bila pembaca menampilkan hal sedih, duka  sampai menitikkan air mata.

Pengertian Resensi Dan Meresensi Cerpen

Pengertian Resensi

Sebelum membahas cerpen yang menjadi objek bahasan pada subbab ini, Anda perlu mengingat kembali pengertian resensi itu sendiri. Resensi atau disebut juga timbangan buku adalah suatu penilaian serta pembicaraan tentang sebuah buku, baik fiksi maupun nonfiksi mengenai segala kelebihan dan kelemahan yang terdapat dalam buku itu dengan tujuan memberikan wacana/ gambaran bagaimana kualitas buku  tersebut. Resensi buku baik fiksi maupun nonfiksi dapat Anda jumpai di surat kabar-surat kabar atau majalah yang terbit di kota Anda. 

Untuk membahas kelebihan dan kelemahan  cerpen, Anda dapat menganalisis temanya, apakah tema cerpen itu dan sudahkah disesuaikan dengan kebenaran umum. Plot merupakan rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab-akibat, bagaimana plot/alur yang disajikan pengarang, apakah membuat cerpen itu lebih menarik atau bahkan menjemukan, sedangkan karakter tokoh tokoh baik antagonis maupun protagonis, mampukah diangkat menjadi karakter yang wajar dan hidup ketika bermain. Kemudian apakah pengarang menghubungkan karakter satu dengan yang lain dalam sebuah tema cerita. Pengarang mungkin bisa masuk ke dalam cerita tersebut atau hanya sebagai orang yang berada di luar cerita. Anda dapat mencermatinya, apakah pengarang cerita konsekuen dengan keberadaannya hingga akhir cerita. Sedangkan gaya bahasa adalah unsur yang memberikan warna pada cerita. Bagaimanakah kemenarikan cerpen juga sangat tergantung pada penggunaan gaya bahasa dan pilihan kata-katanya. Seting (latar) adalah tempat, kondisi yang menjadi latar belakang cerita, apakah disajikan secara jelas atau tidak dan sesuai atau tidakkah dengan rangkaian ceritanya.

Meresensi Cerpen

Resensi cerpen berbeda dengan resensi buku nonfiksi. Cerpen ditulis oleh seorang cerpenis berdasarkan kreativitas, sensitivitas, dan kekritisan terhadap dunianya yang bersifat  subjektif. Sedangkan buku nonfiksi ditulis oleh pengarang dengan sudut  pandang yang lebih objektif. Resensi dapat diartikan dengan tulisan yang menyajikan sejumlah informasi tentang sebuah buku. Informasi tersebut disampaikan kepada pembaca untuk memberi pertimbangan tentang keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian yang dialami pembaca jika membaca buku tersebut.
Coba Anda perhatikan hal-hal yang ditulis dalam sebuah resensi berikut!
  1. Bagian pembuka berisi informasi tentang identitas buku yang meliputi judul buku, penulis, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, desain sampul, dan harga buku.
  2. Isi resensi berupa penyajian isi buku, gaya bahasa (style) pengarang, hal-hal yang menarik,dan perbandingan buku tersebut dengan buku sejenis yang ditulis pengarang lain. 
  3. Penutup berisi kesimpulan tentang keuntungan atau kerugian yang dapat dipetik pembaca bila membaca buku tersebut.

Menanggapi Pembacaan Puisi Lama

Menanggapi Pembacaan Puisi Lama - Puisi merupakan salah satu bentuk ekspresi pengarang tentang hidup dan kehidupan. Kehidupan yang diungkapkan dalam puisi tersebut terlihat dari persoalan yang diangkat sebagai tema. Tema yang diangkat biasanya universal, artinya bisa berlaku untuk semua manusia pada umumnya. Baik dalam puisi lama maupun modern persoalan yang diangkat senantiasa berkaitan dengan manusia. Sebagai penikmat seni, mengartikan makna puisi tidak seperti membalikkan telapak tangan. Begitu banyak simbol yang digunakan penyair untuk mewakili ungkapan perasaannya. Begitu unik karya tersebut, membuat penikmat seni yang ingin mendekati bahkan memahaminya sangatlah berhati-hati dan harus bermodalkan ilmu yang luas. Nah, dalam pembelajaran kali ini, Anda akan diperkenalkan dengan karya unik itu, yaitu puisi. Namun, puisi yang akan dipelajari adalah puisi lama Indonesia yang mungkin sudah hampir Anda lupakan. Bagaimanakah bentuk puisi lama itu? Berikut ditampilkan salah satu contoh bentuk puisi lama berupa syair. Bacalah pelan-pelan atau di dalam hati.

Bergundah Hati
(Sutan Takdir Alisyahbana)

Di atas tebing duduk seorang kelana
Memandang arah ke tengah lautan
Dalam hatinya, gundah gulana
Teringat kampung dengan halaman

Pandangnya dilayangkan arah ke barat
Terlihat surya hampir terbenam
Sebab pun kelana, jadi melarat
Menurutkan hati yang remuk redam

Melihat surya, hampir beradu,
Cahayanya laksana emas perada
Hati kelana bertambah rindu
Terkenanglah ayah beserta bunda

Kelana duduk, hati bercinta
Suara hati rasa terdengar
Wahai kelana muda juita
Hendaklah engkau berhati sabar


Menanggapi berarti memberikan komentar, khususnya  terhadap hasil karya orang lain. Akan memberikan perbaikan, semangat atau motivasi bila komentar yang diungkapkan bersifat membangun/positif/konstruktif. Hal-hal yang dapat dijadikan bahan komentar adalah dari segi intonasi saat membacakan puisi tersebut karena sangat berbeda dengan puisi baru. Dari segi pelafalannya tidak jauh berbeda dengan puisi baru, karena lafal yang jelas akan jauh lebih bermakna dibandingkan hanya dengan bergumam, sedangkan dari segi penghayatan atau ekspresi, bila tidak dilakukan dengan maksimal akan mengaburkan makna puisi tersebut.